Membangun desa bambu sampai ke luar perbatasan Indonesia

Roadmap Kami: Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dengan Memberdayakan Masyarakat Desa

Yayasan kami berjuang untuk mendukung pemerintah dalam menyeimbangkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan kebutuhan masyarakat desa, yang telah lama bergantung pada lahan-lahan ini untuk mata pencaharian mereka.

Secara khusus, kami mencari kemitraan dengan sembilan negara di sepanjang garis ekuator untuk mengimplementasi 10,000 Desa Bambu secara global hingga akhir dekade ini. Kami percaya bahwa dengan mengekspor model ini ke luar perbatasan Indonesia akan menunjukkan kontribusi negara pada mitigasi perubahan iklim serta menawarkan model pembangunan yang lebih adil dan cocok secara ekologis bagi area terdegradasi secara global.

Setiap desa yang bergabung dalam inisiatif akan dibagi dalam empat tahap, dilaksanakan bekerjasama dengan mitra lanskap, termasuk organisasi akar rumput dan perempuan.

LANGKAH-LANGKAH PENTING

Pemilihan lahan

Penilaian desa

Pembangunan Desa Bambu

Pembangunan pabrik, produksi, dan pengawasan tingkat desa

Alat utama dalam menciptakan inisiatif yang sukses

Aplikasi Sekolah Bambu (Bamboo School App)

Fase pertama program kami akan fokus pada aplikasi Sekolah Bambu; sebuah platform kurikulum dan pembelajaran online. Kami merancang aplikasi Manajemen Hutan Berkelanjutan untuk membantu koperasi mulai dari aktivasi desa hingga pemanenan dan pengiriman. Sebaliknya, aplikasi Potensi Bambu (Bamboo Potential) akan menjadi portal data berdasarkan GIS untuk mengidentifikasi prioritas lanskap.

Sertifikasi Keberlanjutan

Kami membayangkan sebuah sistem dimana sertifikat keberlanjutan sepenuhnya transparan dan terjangkau. Untuk merealisasikannya, di 2020, kami menyusun Kerangka Participatory Guarantee Systems untuk dilaksanakan dalam Desa Bambu. Pada tingkat nasional, kami membentuk kasus bisnis untuk badan sertifikasi nasional yang menjalankan sistem Forest Stewardship Council.

Satuan Tugas Kementerian

Kami bertujuan untuk membentuk gugus tugas kementerian untuk membantu pembangunan revisi Strategi Nasional untuk industri bambu di tingkat desa. Strategi Nasional ini akan menguraikan kebijakan utama dan perkembangan regulasi dalam mendukung rantai nilai agroforestri dan membuka pintu untuk perancangan regulasi. Kami akan memberikan arahan teknis untuk memastikan peraturan tersebut diimplementasikan di hulu dan hilir.

Konsorsium Berbagai Pemangku Kepentingan

Untuk mulai merubah pola pikir, kami akan membentuk sebuah konsorsium pemangku kepentingan yang terdiri dari pihak nasional di hulu, tengah, dan hilir (dengan ruang untuk masing-masing komoditas hasil hutan) pada tahun 2021. Nantinya, hal ini akan memungkinkan petani di Desa Bambu untuk menjual produk mereka melalui agregator industri atau penjualan langsung pada aplikasi Desa Bambu (Bamboo Village app).

Hasil yang Diharapkan

Pada 2024, kami harap dapat memiliki 200 Desa Bambu lagi, dengan target sebagai berikut:

desa yang sudah memiliki stok bambu akan diprioritaskan, sehingga kita dapat mulai panen secepatnya.

desa yang berdekatan akan berada pada fase selanjutnya untuk mempercepat peningkatan.

desa di sekitar hutan lindung negara akan menjadi zona penyangga, mengurangi resiko perambahan ke kawasan biodiversitas tinggi.

Untuk mencapai hasil ini, kami perlu mendapatkan $228 juta USD investasi pada 2023. Seiring dengan meningkatnya jumlah bambu yang diproduksi di Desa Bambu, kami juga akan membentuk konsorsium pemasaran internasional untuk terus meningkatkan permintaan bambu.